Copywriting Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Kamu mungkin sering melihat lowongan "Copywriter" atau "Content & Copywriter" di LinkedIn dan Instagram, dan bertanya-tanya bedanya dengan penulis biasa. Atau kamu sudah suka menulis caption, lalu ingin tahu apakah itu bisa jadi pekerjaan.

Artikel ini menjelaskan copywriting adalah apa, bedanya dengan content writing, jenis-jenisnya, dua rumus yang paling sering dipakai lengkap dengan contoh, aturan Etika Pariwara Indonesia yang wajib diketahui copywriter, dan cara latihan sampai punya portofolio. Sumber yang kami pakai dicek pada 6 Oktober 2026.

Jawaban singkat

Copywriting adalah kegiatan menulis teks pemasaran yang tujuannya membuat pembaca melakukan satu tindakan, misalnya membeli, mendaftar, atau mengklik. Teks hasilnya disebut copy, dan penulisnya disebut copywriter. Contohnya iklan, caption promosi, deskripsi produk, halaman penjualan, dan email promo. Copywriting berbeda dengan content writing, yang tujuannya memberi informasi atau edukasi. Rumus yang paling sering dipakai adalah AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dan PAS (Problem, Agitate, Solution). Di Indonesia, copywriter juga perlu mematuhi Etika Pariwara Indonesia, misalnya tidak memakai kata "paling" atau "nomor satu" tanpa bukti.

Copywriting adalah: pengertian dan tujuannya

Dalam dunia periklanan, copy berarti teks atau naskah iklan. Copywriting adalah proses menulisnya. Copyblogger mendefinisikan copywriting sebagai seni sekaligus ilmu menyampaikan kata-kata, tertulis maupun lisan, yang membuat orang melakukan suatu tindakan, seperti membeli produk, membeli jasa, atau berlangganan newsletter.

Bagian terpenting dari definisi itu adalah kata "tindakan". Copy yang indah tetapi tidak membuat orang bertindak belum menjalankan tugasnya. Karena itu, copywriter selalu memulai dengan dua pertanyaan: siapa yang membaca, dan apa yang harus mereka lakukan setelah membaca.

Bedanya copywriting dan content writing

Dua pekerjaan ini sering digabung dalam satu lowongan, jadi wajar kalau tertukar. Perbedaan utamanya ada di tujuan dan cara mengukur hasilnya.

Tabel perbedaan copywriting adalah tulisan untuk mendorong tindakan, content writing untuk memberi informasi

Dalam praktiknya, satu artikel blog bisa berisi keduanya. Isi artikelnya adalah content writing, sementara judul, ajakan di akhir, dan tombol pendaftarannya adalah copywriting. Kalau kamu lebih tertarik ke sisi artikel, baca contoh portofolio content writer.

Jenis copywriting yang paling sering dikerjakan

Untuk pemula, deskripsi produk dan caption promosi paling mudah dipakai latihan karena pendek dan contohnya ada di mana-mana.

Rumus copywriting: AIDA dan PAS

Rumus copywriting membantu kamu menyusun urutan pesan. Rumus tidak membuat tulisan otomatis bagus, tetapi mencegah kamu lupa bagian penting, terutama ajakan di akhir.

AIDA adalah rumus tertua yang masih dipakai. Menurut HubSpot, rumus ini dikembangkan oleh Elias St. Elmo Lewis, praktisi periklanan Amerika, pada 1898. Urutannya: tarik perhatian (Attention), bangun ketertarikan (Interest), munculkan keinginan (Desire), lalu arahkan ke tindakan (Action).

PAS lebih cocok untuk produk yang menyelesaikan masalah yang jelas. Urutannya: sebut masalahnya (Problem), tunjukkan kenapa masalah itu mengganggu (Agitate), lalu tawarkan solusinya (Solution).

Contoh di bawah memakai produk fiktif, kopi susu literan, supaya kamu bisa melihat bedanya.

Contoh copywriting dengan rumus AIDA dan PAS untuk caption kopi susu literan

Perhatikan bahwa kedua versi tidak memakai kata "paling enak" atau "nomor satu". Selain klise, kata-kata itu diatur dalam etika periklanan Indonesia, yang dibahas di bagian berikutnya.

Latihan cepat: ubah caption biasa jadi copy

Ambil caption ini: "Kopi susu gula aren literan sudah ready ya kak, bisa order." Lalu tulis ulang dengan tiga langkah:

  1. Tentukan pembacanya. Misalnya pekerja kantoran yang ngopi tiap siang.
  2. Pilih satu tindakan. Misalnya pesan lewat WhatsApp hari ini.
  3. Susun dengan AIDA atau PAS, lalu potong kata yang tidak perlu.

Bandingkan hasilnya dengan contoh di gambar. Kalau versimu masih bisa dibaca tanpa tahu siapa pembacanya, berarti langkah pertama belum cukup spesifik.

Aturan Etika Pariwara Indonesia yang wajib diketahui copywriter

Di Indonesia, isi iklan diatur oleh Etika Pariwara Indonesia (EPI) amandemen 2020, kode etik yang disepakati asosiasi periklanan dan media pada 20 Februari 2020. Bagian yang paling sering bersentuhan dengan pekerjaan copywriter ada di Bab III.A tentang tata krama isi iklan.

Tabel aturan Etika Pariwara Indonesia untuk copywriting: kata paling, nomor satu, 100%, satu-satunya, gratis, asteris, dan halal

Contoh paling sering: EPI butir 1.2.2 melarang kata superlatif seperti "paling", "nomor satu", "top", atau kata berawalan "ter-" kecuali disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagian penjelasannya menyebut bukti itu berupa survei atau riset dari lembaga independen yang kredibel. Jadi "kopi susu terenak se-Jakarta" tanpa survei independen termasuk pelanggaran. Ganti dengan fakta yang bisa dicek, misalnya bahan yang dipakai atau cara pembuatannya.

Aturan "gratis" juga sering terlewat. Menurut butir 1.2.3 huruf f, kata "gratis" tidak boleh dipakai kalau konsumen ternyata tetap harus membayar biaya lain. Kalau ongkir tetap dibayar, tulis jelas di copy-nya.

Skill yang dibutuhkan copywriter pemula

Cara latihan copywriting dan membangun portofolio

Masalah klasik copywriter pemula: lowongan meminta portofolio, padahal belum ada klien. Jalan keluarnya adalah proyek latihan yang dikerjakan dengan serius.

  1. Ambil brief. Pilih brief kategori Copywriting di brief Portolabs, atau buat brief klien fiktif dengan Brief Generator. Kalau belum tahu bentuk brief yang baik, lihat contoh brief klien.
  2. Tulis beberapa versi copy untuk satu tujuan, misalnya tiga versi headline dan dua versi caption.
  3. Jelaskan alasanmu: siapa target pembacanya, rumus apa yang dipakai, dan kenapa versi tertentu kamu pilih.
  4. Susun 3-5 proyek seperti ini menjadi portofolio. Panduan langkahnya ada di cara membangun portofolio tanpa menunggu klien pertama.
  5. Sebutkan dengan jujur bahwa proyek itu latihan. Konsep fake client diterima selama tidak diklaim sebagai klien sungguhan.

Portofolio copywriter yang menunjukkan alasan di balik tiap kalimat biasanya lebih meyakinkan daripada kumpulan caption tanpa konteks. Ini pendapat kami. Rekruter ingin melihat cara berpikirmu sebagai pemasar, dan itu paling jelas terlihat dari alasan yang kamu tulis.

FAQ

Copywriting adalah pekerjaan apa? Copywriting adalah pekerjaan menulis teks pemasaran, seperti iklan, caption promosi, deskripsi produk, dan halaman penjualan, dengan tujuan membuat pembaca melakukan tindakan tertentu.

Apa bedanya copywriter dan content writer? Copywriter menulis untuk mendorong tindakan seperti membeli atau mendaftar. Content writer menulis untuk memberi informasi atau edukasi, misalnya artikel blog dan panduan.

Apakah copywriter harus lulusan komunikasi? Tidak harus. Latar belakang komunikasi, sastra, atau pemasaran membantu, tetapi menurut kami yang lebih menentukan adalah kemampuan menulis yang bisa kamu buktikan lewat portofolio.

Apa contoh copywriting yang sederhana? Contohnya caption promosi seperti "Ngantuk jam 2 siang, padahal deadline jam 5? Pesan kopi susu literan lewat WhatsApp sebelum jam 12, dikirim hari ini." Kalimat itu menyebut masalah pembaca dan langsung mengajak bertindak.

Apa itu rumus AIDA dalam copywriting? AIDA adalah urutan Attention, Interest, Desire, dan Action. Rumus ini dikembangkan Elias St. Elmo Lewis pada 1898 dan masih dipakai untuk menyusun iklan dan caption.

Bolehkah memakai kata "terbaik" di iklan? Menurut Etika Pariwara Indonesia 2020, kata superlatif seperti "paling", "nomor satu", atau berawalan "ter-" hanya boleh dipakai jika disertai bukti, berupa survei atau riset dari lembaga independen yang kredibel.

Ringkasan

Copywriting adalah menulis teks pemasaran yang tujuannya membuat pembaca melakukan satu tindakan, dan itulah yang membedakannya dari content writing. Jenisnya mulai dari iklan digital, caption promosi, deskripsi produk, landing page, sampai email. Gunakan AIDA atau PAS untuk menyusun pesan, dan patuhi Etika Pariwara Indonesia, terutama soal kata superlatif dan kata "gratis". Untuk mulai berkarier, kerjakan beberapa brief latihan, tulis alasan di balik setiap versi copy, lalu susun menjadi portofolio.