Cara Membangun Portofolio Content Writer Tanpa Harus Menunggu Klien Pertama

Pernah nggak kamu merasa bingung karena ingin melamar sebagai content writer, tapi belum punya portofolio profesional? Tenang, kamu nggak sendirian kok. Banyak pemula yang mengalami hal serupa dan kabar baiknya, kamu nggak perlu menunggu sampai mendapatkan klien pertama untuk mulai membangun portofolio.

Karena saat ini, kamu bisa mulai mencoba fake project atau study case yang dirancang menyerupai kebutuhan brief yang ada di dunia kerja. Mau tahu nggak gimana cara kerjanya? Yuk, kepoin sampai bawah.

Bangun Portofolio dengan Fake Project atau Study Case

Fake project itu bisa dibilang sebagai bentuk latihan sebelum kamu benar-benar terjun ke dunia kerja. Jadi, kamu tuh nggak asal menulis artikel, tetapi mengerjakannya berdasarkan brief yang dibuat semirip mungkin dengan kebutuhan klien.

Misalnya, kamu ingin melamar sebagai content writer di sebuah agency. Setelah menemukan lowongan yang cocok, ternyata pihak recruiter meminta portofolio dan masalahnya, kamu sendiri belum pernah mengerjakan proyek alias nol pengalaman.

Daripada berhenti di situ, mending kamu mulai membuat simulasi projek sendiri. Contohnya nih, kamu menulis artikel SEO tentang peluang coffee shop lokal lengkap dengan riset keyword, outline, hingga hasil artikel yang sudah dioptimasi dengan SEO.

Biar lebih meyakinkan, kamu juga bisa menjelaskan proses pengerjaannya, mulai dari kenapa sih kamu memilih topik tersebut, strategi apa yang digunakan, sampai target audience dari artikel yang kamu buat. Jadi, portofolio kamu nggak hanya sekedar tulisan, tetapi tampak lebih profesional juga meyakinkan.

4 Cara Membuat Portofolio yang Valid

Kalau ini pertama kalinya kamu membuat portofolio, nggak perlu khawatir kalau masih bingung mau mulai darimana. Itu hal yang wajar kok, dan supaya nggak hilang arah, ayo ikuti tips-tips sederhana ini.

1. Kamu Bisa Pakai Desain Sederhana, Tapi Profesional

Tampilan portofolio adalah hal pertama yang pasti akan dilihat oleh recruiter atau calon klien. Karena itu, pilihan desain yang bersih, rapi dan bisa mereka pahami. Jangan sampai kamu memilih warna atau elemen yang berlebihan. Tujuannya sederhana kok, yakni mempertahankan fokus audience hanya pada hasil karyamu.

2. Susun Isi Portofolio Kamu dengan Jelas

Poin keduanya, kamu bisa menyusun isi portofolio dengan lebih jelas. Maksudnya disini adalah, jangan hanya menampilkan artikel saja, tetapi tambahkan informasi seperti tujuan karyamu, target pembaca, sampai strategi yang kamu gunakan saat mengerjakan proyek tersebut.

Jangan salah ya, hal ini berpeluang besar untuk para recruiter itu bisa melihat kamu dari kacamata yang lebih profesional.

3. Pastikan Tulisan Bebas dari Kesalahan

Sekecil apapun kesalahan dalam tulisan bisa mempengaruhi kesan pertama recruiter atau klien terhadap portofoliomu. Jadi, luangkan waktu untuk membaca ulang artikel dan pastikan tidak ada typo, kesalahan ejaan, atau kalimat yang masih membingungkan.

4. Manfaatkan Fake Project Agar Tulisan Kamu Lebih Terstruktur

Belum punya pengalaman bukan berarti kamu nggak bisa punya portofolio ya. Justru, fake project ini bisa menjadi langkah awal untuk menunjukkan kemampuan menulismu. Selain menghasilkan contoh karya, kamu juga akan terbiasa mengerjakan brief seperti yang biasa diberikan oleh klien.

Supaya latihanmu terasa lebih nyata, kamu bisa memanfaatkan fake project yang ada di Portolabs. Di sini, kamu nggak cuma bisa belajar lewat berbagai materi dan kelas yang tersedia, tetapi juga mengerjakan simulasi proyek dengan brief yang dibuat semirip mungkin dengan kebutuhan di dunia kerja. Gimana, menarik kan?

Siap Kolaborasi dengan Klien Pertamamu Bersama PortoLabs?

Memiliki portofolio yang menarik bukan soal seberapa banyak proyek yang pernah kamu kerjakan, tetapi bagaimana kamu bisa menunjukkan kemampuan dan proses belajarmu. Nggak ada kata terlalu cepat untuk mulai membangun portofolio karena semakin sering kamu latihan, semakin banyak pula contoh karya yang bisa kamu tunjukkan.

Nah, kalau kamu ingin mencoba belajar lewat simulasi proyek yang terasa seperti dunia kerja, coba eksplorasi berbagai fake project atau study case yang ada di Portolabs. Siapa tau, disinilah langkah awal kariermu sebagai content writer bisa dimulai!