10 Contoh Fake Client untuk Portofolio (Lengkap dengan Briefnya)
Portofolio kosong karena belum ada yang bayar, dan klien nggak datang karena portofolio kosong. Fake client, yaitu proyek dengan klien fiktif yang kamu bikin sendiri, adalah cara keluar dari lingkaran itu. Praktiknya normal di industri desain, biasa disebut concept project atau self-initiated project.
Tapi ada satu syarat yang sering dilewat: proyek fiktif cuma berguna kalau dilabeli fiktif. Begitu kamu menulis "Klien: Kopi Senja" tanpa keterangan, itu bukan latihan lagi. Itu klaim palsu, dan rekruter yang cek bakal langsung buang lamaranmu.
Kalau kamu masih ragu soal boleh atau nggaknya, artikel apakah fake client bisa digunakan di portofolio membahas aturan mainnya lebih dulu. Artikel ini lanjutannya: contoh konkret yang bisa langsung kamu kerjakan.
Jawaban Singkat
Fake client yang bagus punya brand fiktif yang spesifik dan batasan yang memaksa kamu mengambil keputusan, lalu dilabeli jujur sebagai proyek konsep. Yang jelek cuma "bikin ulang tampilan aplikasi X biar cantik" tanpa masalah yang diselesaikan. Sepuluh contoh di bawah sudah berisi brief dan batasannya, tinggal pakai.
Apa yang Boleh dan Apa yang Bohong
Batasnya cuma satu garis: yang kamu kerjakan boleh fiktif, yang kamu klaim tidak boleh.
Yang Boleh
- Bikin brand fiktif dan kerjakan brief-nya sampai tuntas.
- Redesain brand nyata sebagai latihan, selama dilabeli proyek konsep.
- Menulis "Proyek konsep, brief buatan sendiri" di atas studi kasus.
- Menulis target desain, misalnya "potong 2 langkah di alur checkout".
Yang Bohong
- Menulis nama brand fiktif seolah dia klien berbayar.
- Bilang brand nyata itu menyewa kamu, padahal tidak.
- Menaruh testimoni karangan dari klien yang tidak ada.
- Menulis "naikkan konversi 47%" padahal proyeknya tidak pernah live.
Angka hasil adalah tempat orang paling sering tergelincir. Proyek yang belum pernah dipakai orang nggak punya metrik. Yang bisa kamu tulis cuma masalah yang kamu temukan dan keputusan yang kamu ambil, lengkap dengan alasannya. Itu justru yang dibaca rekruter.
10 Contoh Fake Client
Setiap contoh punya batasan, dan itu bagian yang paling penting. Tanpa batasan, kamu cuma bikin barang cantik, dan barang cantik nggak menunjukkan cara kamu berpikir.
Sepuluh brief di bawah bisa kamu kerjakan sendiri. Kalau mau brief yang sudah disusun mendekati kebutuhan industri, ambil dari daftar study case Portolabs.
1. Kopi Senja, kedai kopi satu cabang
Brief: Kedai kopi di gang kecil, pelanggan mayoritas mahasiswa. Butuh identitas visual dan menu board.
Batasan: Budget cetak Rp500 ribu. Menu board harus kebaca dari jarak 4 meter, di ruangan yang cahayanya kurang. Pemiliknya update harga sendiri pakai spidol.
Deliverable: Logo, palet warna, menu board, kemasan cup.
Yang diuji: Apakah kamu mendesain untuk kondisi nyata atau untuk screenshot Dribbble.
2. Klinik Gigi Sehat Sentosa, booking online
Brief: Pasien masih booking lewat WhatsApp, resepsionis kewalahan tiap pagi.
Batasan: Pasien terbesar usia 45+. Satu dokter, jadwal berubah mendadak. Harus jalan di HP kentang.
Deliverable: Alur booking, 5 layar utama, state error dan jadwal penuh.
Yang diuji: Desain untuk pengguna yang bukan kamu, dan penanganan kasus gagal.
3. Keripik Mbok Darmi, UMKM naik ke marketplace
Brief: Keripik singkong rumahan mau jualan di Shopee. Sekarang kemasan plastik polos disegel lilin.
Batasan: Ongkos kemasan maksimal Rp1.200 per pcs. Foto produk pakai HP. Kompetitor jual Rp2 ribu lebih murah.
Deliverable: Desain kemasan, 5 foto listing, judul dan deskripsi produk.
Yang diuji: Kemampuan bekerja dengan uang kecil dan kompetisi harga, yang jadi realita mayoritas klien di Indonesia.
4. SMA Nusantara, absensi guru
Brief: Absensi masih kertas, rekap bulanan makan 2 hari kerja TU.
Batasan: Guru punya waktu 10 detik sebelum masuk kelas. Sinyal di lantai 3 hilang. Kepala sekolah butuh rekap yang bisa dicetak.
Deliverable: Alur absen, dashboard TU, format rekap.
Yang diuji: Kondisi offline dan pengguna yang buru-buru. Dua hal yang jarang muncul di portofolio pemula.
5. Bank Sampah Melati, pencatatan setoran
Brief: Warga setor sampah, dapat saldo. Sekarang dicatat di buku tulis, sering selisih.
Batasan: Petugas relawan, gantian tiap minggu, umur 30 sampai 60. Timbangan manual. Harus bisa dipakai tanpa pelatihan.
Deliverable: Alur setor, buku saldo warga, laporan pengurus.
Yang diuji: Desain untuk operator yang selalu berganti dan nggak pernah dilatih.
6. Travel Barokah Umrah, landing page
Brief: Jual paket umrah Rp30 juta. Trafik ada, yang menghubungi sedikit.
Batasan: Industri ini penuh kasus penipuan, jadi calon jamaah curiga duluan. Keputusan dibuat sekeluarga, bukan sendiri. Mayoritas trafik dari Facebook di HP.
Deliverable: Landing page satu halaman, hierarki bukti kepercayaan.
Yang diuji: Menangani keberatan pembeli. Skill yang langsung kelihatan mahal.
7. Toko Bangunan Jaya Makmur, katalog dan order WhatsApp
Brief: 400 SKU, pelanggan nanya harga satu-satu lewat WA.
Batasan: Harga semen berubah mingguan. Pemilik nggak mau tinggalkan WhatsApp. Nggak ada staf yang bisa update website.
Deliverable: Katalog, format pesan otomatis ke WA, cara update harga.
Yang diuji: Kemauan menerima alur kerja klien, bukan memaksakan solusi ideal.
8. Pinjam Cepat, onboarding KYC fintech
Brief: Pendaftaran butuh KTP, selfie, dan data kerja. 60% pengguna berhenti di tengah.
Batasan: Wajib patuh aturan KYC, nggak boleh ada field yang dihapus. Banyak pengguna baru pertama kali pakai aplikasi keuangan. Foto KTP sering ditolak sistem.
Deliverable: Alur onboarding, penanganan foto gagal, penjelasan kenapa data diminta.
Yang diuji: Desain dalam kotak regulasi. Kamu nggak bisa menyelesaikan ini dengan menghapus langkah.
9. Podcast Ngobrol Receh, identitas visual
Brief: Podcast obrolan santai, 2 host, mau konsisten di Spotify, YouTube, dan Instagram.
Batasan: Cover art harus kebaca di ukuran 55px. Host bikin thumbnail sendiri tiap minggu, nggak bisa pakai software desain.
Deliverable: Logo, cover art, template thumbnail yang bisa diisi orang non-desainer.
Yang diuji: Kemampuan bikin sistem yang masih jalan setelah kamu pergi. Ini yang biasanya membedakan desainer junior dan menengah.
10. RSUD Harapan, sistem antrian
Brief: Pasien datang jam 5 pagi rebutan nomor. Poli baru buka jam 8.
Batasan: Sebagian pasien nggak punya smartphone. Sistem lama nggak bisa dibuang. Petugas cuma 2 orang di loket.
Deliverable: Alur antrian daring dan luring yang jalan bareng, tampilan layar tunggu.
Yang diuji: Solusi yang berdampingan dengan sistem lama. Situasi paling umum di proyek nyata, paling langka di portofolio.
3 Pola yang Bikin Fake Client Kelihatan Kosong
Setelah lihat banyak portofolio konsep, tiga pola ini yang paling sering muncul.
Redesain tanpa masalah. "Redesign Tokopedia" yang isinya cuma ganti font dan bikin sudut lebih bulat. Nggak ada masalah yang diangkat, jadi nggak ada keputusan yang bisa dinilai. Kalau mau redesain brand nyata, mulai dari satu keluhan spesifik yang bisa kamu tunjuk.
Brief tanpa batasan. Kalau brief-mu nggak menyebut budget, kemampuan pengguna, atau warisan sistem lama, kamu nggak sedang memecahkan apa-apa. Batasan itu yang bikin karya kelihatan seperti kerja beneran.
Metrik karangan. "Meningkatkan engagement 32%." Proyek yang nggak pernah live nggak punya angka. Ganti dengan kalimat yang jujur dan tetap kuat: "Alur booking dipangkas dari 6 layar jadi 3, dengan menunda pengisian data non-wajib sampai setelah slot dikunci."
Cara Melabeli Supaya Tetap Jujur
Taruh satu baris di atas setiap studi kasus:
Proyek konsep. Brand dan brief buatan sendiri, tidak dikerjakan untuk klien.
Untuk redesain brand nyata:
Latihan mandiri. Tidak berafiliasi dengan [Nama Brand], tidak diminta atau dibayar oleh mereka.
Label ini nggak melemahkan portofoliomu. Rekruter yang berpengalaman bisa membedakan kerja klien dan proyek konsep dalam 10 detik, jadi label cuma mengonfirmasi apa yang sudah mereka duga. Yang merusak adalah ketahuan menyembunyikan.
Naikkan dari Fiktif ke Nyata
Fake client punya jalan keluar yang jarang dipakai: kirim ke bisnis nyata.
Ambil contoh nomor 1 sampai 3, cari usaha sejenis di kotamu yang masalahnya persis, kerjakan sebagai unsolicited redesign, lalu kirim ke pemiliknya lewat DM dengan kalimat sederhana: "Saya bikin ini sebagai latihan, silakan dipakai kalau berguna, gratis."
Kemungkinan besar kamu dicuekin. Kadang dibalas terima kasih. Sesekali jadi klien pertama. Tapi bahkan kalau dicuekin, proyeknya sudah berubah status: brief-nya nyata, batasannya nyata, dan kamu boleh menulis "riset lapangan di 3 kedai kopi di Depok" tanpa mengarang apa pun.
Sebelum kirim ke bisnis nyata, latih dulu bagian yang paling canggung, yaitu menghadapi permintaan klien yang berubah-ubah. AI Fake Client bisa kamu ajak diskusi brief, tanya kebutuhan, sampai negosiasi scope, persis seperti klien beneran tapi tanpa risiko kehilangan klien beneran.
FAQ
Boleh nggak taruh proyek fiktif di CV?
Boleh, di bagian portofolio atau proyek pribadi, bukan di bagian pengalaman kerja. Tempatnya beda, jadi klaimnya juga beda.
Rekruter nggak bakal anggap remeh proyek fiktif?
Yang dinilai proses berpikirnya, bukan siapa yang bayar. Proyek konsep dengan batasan jelas dan alasan keputusan yang ditulis rapi biasanya lebih meyakinkan daripada proyek klien nyata yang cuma dipajang screenshot-nya.
Berapa proyek fiktif yang cukup?
Tiga yang dalam lebih baik dari sepuluh yang dangkal. Pilih tiga dari daftar di atas yang industrinya paling dekat dengan pekerjaan yang kamu incar.
Boleh pakai logo brand nyata di redesain?
Untuk latihan dan dipajang di portofolio pribadi, umumnya diterima selama jelas dilabeli tidak berafiliasi. Jangan jual, jangan pasang di iklan, jangan bikin orang mengira itu resmi.
Kalau brand fiktifku ternyata sama dengan nama usaha yang beneran ada?
Cek dulu sebelum publikasi. Kalau bentrok, ganti nama. Nggak ada gunanya berdebat soal merek demi proyek latihan.
Ringkasan
Fake client adalah alat latihan yang menghasilkan bukti kerja. Yang bikin bernilai bukan brand fiktifnya, tapi batasan yang kamu pasang dan keputusan yang kamu ambil di dalamnya. Beri label jujur, jangan karang angka, dan kalau sempat, kirim ke bisnis nyata dan lihat apa yang terjadi.
Sudah punya satu yang jadi? Pajang di showcase dan minta masukan komunitas sebelum masuk portofolio utama.